Selamat datang di Assunnah Shop

Bahasa Indonesia: Mengarang

Rabu, 02 Januari 20130 komentar




















PERENCANAAN KARANGAN

A.   Pengertian Mengarang
1.    Mengarang adalah pekerjaan merangkai kata, kalimat, dan paragraf (alenia) untuk menjabarkan dan atau mengulas topik dan tema tertentu guna memperoleh hasil akhir berupa karangan.
2.    Mengarang adalah keseluruhan rangkaian kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikannya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami.
3.    Karangan adalah hasil penjabaran suatu gagasan secara resmi dan teratur tentang suatu topik atau pokok bahasan.
4.    Pengarang adalah orang yang menulis karangan.

Hakikat Perencanaan Karangan
1.   Proses Kreatif,
         Menulis merupakan proses kreatif: Pertama tahap persiapan yaitu mengumpulkan informasi, merumuskan masalah, menentukan arah dan fokus penulisan, mengamati objek yang akan ditulis, dan memperkaya pengalaman kognitif untuk proses selanjutnya.
Kedua tahap inkubasi (pendadaran) yaitu proses logis dengan memanfaatkan seluruh informasi yang akan dikumpulkan dari sebab ke akibat atau tesis – antitesis sampai dengan sintesis yang merupakan pemikiran sinergi kreatif yang juga bersifat khas  sampai dengan pembahasan yang lebih luas yang merupakan solusi, pemecahan masalah, atau jalan keluar atas pemikiran yang dihadapi. Ketiga tahap iluminasi atau kejelasan yang ditandai dengan adanya inspirasi pemecahan masalah. Keempat tahap verifikasi yaitu mengevaluasi, memeriksa kembali, atau menyeleksi seluruh tahapan, dan menyusunnya kembali sesuai dengan fokus tujuan penulisan.
Karangan ilmiah mempunyai karakteristik umum, yaitu:
a.    Objektif artinya setiap pernyataan (kata, frasa, kalimat, paragraf) dapat diukur. Untuk itu penulis harus menggunakan kata-kata denotatif bukan konotatif;
b.    Logis yaitu menggunakan penalaran yang sistematis dari topik, permasalahan, tujuan, analisis atau pembahasan, sampai dengan kesimpulan dan saran;
c.    Empirik yaitu menggunakan data yang diperoleh melalui pengalaman, pengamatan, atau penelitian.

2.   Menentukan jenis Karangan
Perencanaan karangan ilmiah pada tahap awal yaitu menentukan jenis karangan yang akan ditulis: makalah, artikel jurnal, proposal, laporan, atau jurnal.
  1. Makalah
Makalah membahas sebuah topik yang terkait dengan perkuliahan atau tema dalam suatu seminar, simposium, kongres, atau seminar dan lokakarya. Makalah diklasifikasikan dalam dua jenis, yaitu: makalah biasa dan makalah posisi.
1)      Makalah biasa cenderung lebih bebas, tidak terikat oleh posisinya sebagai mahasiswa, profesi keahlian, atau posisi lain.
2)      Makalah posisi yaitu makalah yang ditulis berdasarkan posisi penulisnya, misalnya orang diminta menulis makalah dalam posisinya sebagai gubernur, menteri, ilmuan, atau posisi lain.
      Sistematika makalah: judul, abstrak, pendahuluan, pembahasan isi, kesimpulan, dan daftar pustaka. Langkah-langkah penulisan: menentuklan dan membatasi topik, membuat kerangka dan mengumpulkan bahan, membaca buku sumber (pustaka) dan menentukan bagian yang akan dirujuk, menulis draf atau rencana konsep makalah, menyunting sendiri draf yang ditulisnya, dan menyempurnakan makalah sehingga siap cetak.

  1. Artikel Jurnal
            Artikel jurnal adalah karangan ilmiah dalam bidang ilmu tertentu yang diterbitkan dalam sebuah jurnal yang khusus menerbitkan bidang kajian ilmu tersebut.  Artikel jurnal diklasifikasikan ke dalam dua kategori: pertama artikel ilmiah yang bertujuan membuka forum diskusi, argumentasi, analisis, dan sintesis sejumlah pendapat dan temuan para ahli dan pemerhati dalam kajian ilmu tertentu yang sama-sama ditekuninya. Kedua artikel yang berisi kajian hasil penelitian. Kesimpulan hasil ini terkait dengan variabel bebas dan variabel terikat yang diteliti.
            Judul artikel:
(1)  mencerminkan materi bahasan pada kata atau istilah yang digunakan dalam judul.
(2)  Berdaya tarik kuat untuk merangsang pembaca, boleh menggunakan kata yang “provokatif” agar merangsang orang untuk membacanya.
(3)  Dapat dirumuskan dalam kalimat berita atau kalimat tanya.
Nama penulis:
(1)  ditulis lengkap, tanpa gelar akademis atau gelar profesi untuk mencegah timbulnya kesan senioritas;
(2)  boleh mencantumkan gelar kebangsawanan atau keagamaan;
(3)  jika ditulis dua orang atau lebih hanya mencantumkan penulis utama disertai kata dkk, nama seluruh penulis lengkap boleh dituliskan pada catatan kaki.
(4)  Nama lembaga penulis dapat dituliskan tepat di bawah namanya pada catatan kaki.

Abstrak:
(1)  penyajian ringkas dari seluruh artikel, bukan komentar atau pengantar,
(2)  diketik dengan spasi tunggal, ditempatkan menjorok lima ketikan dari margin kiri maupun kanan
(3)  kata kunci merujuk bidang ilmu yang dikaji, ditulis di bawah abstrak.

Pendahuluan:
(1)  menarik perhatian pembaca, mengacu pada permasalahan yang dibahas, menekankan masalah yang kontroversial.
(2)  Menyajikan sari artikel terdahulu, menyajikan pembahasan masalah yang belum tuntas.
(3)  Diakhiri dengan rumusan masalah atau tujuan singkat yang akan dibahas.

Bagian inti:
(1)  berisi pembahasan, analisis, argumentasi, komparasi, dan pendirian penulis tentang masalah yang ditulis.
(2)  Pembahasan yang bersifat argumentatif, analitis, kritis, sistematis, dan logis,
(3)  Tidak bersifat instruktif dan diusahakan bersifat komparatif  juga bukan enumerasi (pecacahan materi, komplikasi seperti diktat).

Penutup atau Kesimpulan:
(1)  menandai akhir artikel hasil pemikiran,
(2)  merupakan paduan hasil pemikiran, pendapat ahli, dan teori yang digunakan,
(3)  merupakan jawaban/solusi masalah atau pendirian penulis atas pembahasan,
(4)  menyajikan rekemendasi yang ditujuakan kepada seseorang atau suatu lembaga
Daftar Pustaka
(1)  mencatumkan pustaka yang benar-benar dirujuk dalam pembahasan artikel
(2)  daftar rujukan ditulis pada halaman terakhir bukan halaman baru
(3)  disusun berdasarkan alfabetik penulis
(4)  mengiktui standar internasional.

c.    Proposal adalah karangan ilmiah yang berisi rancangan kerja. Proposal mempunyai beberapa jenis seperti: proposal skripsi mahasiswa, proposal penelitian (rancangan penelitian yang didanai oleh lembaga), proposal kerjasama untuk melakukan suatu kegiatan yang didanai oleh sponsor.

d.   Laporan Ilmiah Berbentuk Naskah
            Laporan adalah penyampaian informasi yang ditulis secara lengkap, jelas, sistematis, objektif, dan tepat waktu oleh seseorang kepada orang lain atau pejabat.

3.   Perencanaan Karangan
Perencanaan karangan ilmiah adalah proses awal mengarang sampai dengan penulisan akhir. Perencanaan ini mencakup prapenulisan, pengorganisasian keseluruhan penulisan, penulisan, penyuntingan, dan presentasi. Penulisan karangan formal, seperti makalah penelitian, skripsi, tesis, disertasi, atau karangan ilmiah lainnya menuntut beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Persyaratan ini menyangkut isi, bahasa, metode analisis, dan teknik penyajian.
Tahap-Tahap Penulisan
a.       Prapenulisan
1)      Menyusun daftar pustaka sementara, dan menentukan topik atau judul, masalah, tujuan, dan kalimat tesis,
2)      Menyusun garis besar isi dan menyempurnakannya menjadi kerangka karangan lengkap setelah datanya lengkap,
3)      Menetapkan landasan teoritis,
4)      Menetapkan sumber data (primer, sekunder) dan cara mengumpulkannya,
5)      Menetapkan metode pembahasan,
6)      Menyusun daftar pustaka sementara,
7)      Menjadwalkan pelaksanaanya.

b.      Penulisan
1)      Menuliskan keseluruhan naskah secara konseptual, disertai kutipan atau data yang diperlukan,
2)      Penulisan tersebut mencakup:
a)      Bagian pelengkap pendahuluan (halaman judul, abstrak, kata pengantar, daftar isi, daftar gambar, daftar tabel),
b)      Bagian naskah utama:
(1)  Pendahuluan:
(a)  Latar belakang menguraikan kesen-jangan antara kondisi ideal dengan fakta, alasan mengapa topik kajian perlu dibahas, studi pustaka sebagai landasan ideal  dan kesenjangannya dengan kenyataan yang dihadapi,
(b)  Masalah berupa pertanyaan yang timbul sebagai konsekuensi pembahasan pada latar belakang.
(c)  Tujuan menjelaskan upaya yang hendak dicapai,
(d)  Pembahasan masalah menjelaskan bagaimana menjawab masalah dan tujuan yang hendak dicapai atau ruang lingkup yang hendak dibahas, dan metode pembahasan yang digunakan.
(2)  Bahasan utama:
(a) Deskripsi teori menggambarkan teori variabel pertama dan variabel kedua,
(b)  Metode penelitian menjelaskan jenis metode yang digunakan (misalnya: deskriptif, kualitatif, analisis fungsi x terhadap y). Penjelasan metode pengumpulan data yang digunakan (misalnya: observasi, wawancara, pengujian, angket), cara menganalisis data, dll Bahasan selanjutnya:
(c)  Deskripsi data yang sudah diolah,
(d)  Analisis data dilakukan dengan metode penelitian di atas, dan
(e)  Hasil analisis menyajikan temuan yang diperoleh melalui analisis data.
(3)   Kesimpulan dan saran:
(a)    Kesimpulan menyajikan penafsiran atas hasil analisis
(b)   Saran (rekomendasi) menyajikan usulan kepada seseorang, sekelompok orang, atau pimpinan lembaga untuk melakukan suatu perbaikan atas kekurangan yang ditemukan dalam penelitian atau pembahasan.
c)      Pelengkap kesimpulan (daftar pustaka, lampiran, indeks).
c.       Penyuntingan (Editing) : Penyuntingan naskah, penyuntingan materi, dan penyuntingan bahasa.
d.      Penulisan naskah yang sudah sempurna, tanpa kesalahan.
Presentasi yaitu menyajikan hasil akhir penulisan makalah atau skripsi.

Download MATERI Lengkap Klik: Format Mengarang
Share this article :

Poskan Komentar

 
Copyright © 2012. Assunnah Shop - All Rights Reserved